Kau sulit untuk ku raih dan aku pun tau jika aku tak akan pernah biasa meraih mu, sejak saat ini tlah aku putuskan untuk tidak meraih tanganmu
Pertemuan pertama ku dengan dirimu itu pada saat aku menjalani dunia baru ku..
Dari awal aku menganggap mu sebagai sosok dia, karena sosok mu mengingatkan aku akan dirinya.
Setiap kali aku memandangmu, aku melihat sosoknya ada dalam dirimu.
Seiring bergantinya hari, aku telah terpesona padamu.
Mungkin kau tak pernah tau setiap saat aku mencuri memandang mu dan memperhatikan tingkahmu yang selalu membuatku terpesona. Aku pun terbangun dari lamunanku itu dan seketika itu pula aku sadar, aku tak pantas mendapatkan perhatian mu, serta tak pantas untuk dekat dengan mu.
Jauh di dasar hatiku, aku ingin lebih dekat dengan mu walau hanya sebagai teman saja. Seketika itu juga aku pun sadar, aku tak pantas untuk dekat-dekat denganmu. Karen aku bukan dari kalangan sepertimu. Terlalu banyak hal yang membuat aku berbeda denganmu. Kau sungguh sulit untuk ku raih, dan ku putuskan untuk menyerah.
Toh, sampai sekarang aku masih punya orang-orang yang menyayangiku dan selalu memperhatikanku, sekalipun kau tak melihat kearahku itu pun tak apa.
Biarkan melihat, biarkan membuat, toh dunia akan terus berputar.
No comments:
Post a Comment