Pages

Saturday, May 12, 2012

Life is Choice

Komitmen dan Konsisten
Memang tak mudah untuk dapat meneguhkan hati. Meneguhkan hati akan pilihan yang nantinya akan mengubah hidup kita kelak. Bagaimanakah kita akan mengubah hidup kita ??? itu semua ada di tangan kita. Pilihan apa yang akan kita ambil.
Pada usia kita saat ini, tentulah kita sudah memahami dan mengerti tentang hal yang baik dan buruk, hal yang benar dan hal yang salah. Jangan karena usia kita sudah cukup dikatakan dewasa, kita dapat bertindak semaunya sendiri. Usia boleh dibilang dewasa. Tapi, apa kita sudah dapat mencukupi kebutuhan hidup kita tanpa bantuan orang tua??? Mungkin ada yang demikian, tapi itu karena tuntutan keluarga yang mengharuskan mereka harus bekerja di usia yang sebenarnya masih perlu adanya pendidikan. Di usia kita saat ini, bila kita sedang menjalani pendidikan di tingkat perguruan tinggi, kita tergolong ke dalam anak-anak yang beruntung. Banyak teman-teman kita yang tidak dapat melanjutkan pendidikannya kejenjang perguruan tinggi.
Eiits.. jadi nulis panjang lebar kali tinggi ni.. hehe..
Kita lanjutin lagi pembahasan kita tentang komitmen.
Saat aku akan memutuskan untuk memakai kerudung, itu merupakan pilihan yang harus aku pikirkan matang-matang sambil dibolak-balik biar nggak gosong.. (hahaaa.. kaya lagi masak aja deh..) Setelah aku pikirkan sampai aku menemukan pilihan terbaik dihidupku. Telah aku putuskan untuk memakai kerudung dalam setiap aktivitasku di luar rumah. Sejak saat itu, aku mempunyai beban untuk tetap meneguhkan hati biar nggak lepas kerudung. Malu rasanya pada diri sendiri ketika keluar rumah/ kost tanpa kerudung.. Poor Me..!!! nggak lagi-lagi aku keluar rumah/ kost tanpa kerudung. Bener-bener malu. Serius deh…
Emang si, lo di dalam kost aku belum pake kerudung, tapi aku dalam proses untuk bener-bener nutup aurat. Itu semua merupakan pilihan yang harus aku jalani dan harus tetap berkomitmen untuk berkerudung.
Aku suka berkerudung. Dengan berkerudung aku merasa lebih dihargai sebagai wanita dan aku merasa sebagai wanita seutuhnya. Karena kerudung pula, aku dapat mendekatkan diri pada-Nya. Awal mula aku berkerudung, sejak aku kenal dengan dia (si mantan). Aku merasa ingin menutup auratku. Ketika kencan pertama ku, entah mengapa aku ingin memakai kerudung. Sejak saat itu, setiap kali aku jalan dengan dia ataupun dengan siapapun (aktivitas di luar rumah) aku selalu memakai kerudung. Dan ketika aku kuliah pun, tlah ku putuskan untuk memakai kerudung. Saat aku putus dengan dia, hal itu tak menggoyahkan komitmen ku utuk memakai kerudung. Malah menambah teguh hatiku akan berkerudung sampai saat ini.
Aku selalu bertanya-tanya dalam hati, bagaimana dengan mereka yang masih belum memegang komitmen mereka untuk berkerudung. Kadang pake kerudung, kadang tidak.
Apa mereka tidak merasa malu???
Setidaknya malu pada diri sendiri ???
Terserah deh mereka mau gimana. Toh, mereka udah dewasa. Yang harus aku fikirkan yaitu “aku harus selalu memegang komitmen berkerudung”.

Hidup Hijabers..!!!
Hijabers = sebutan bagi mereka yang memakai kerudung.


1 comment:

  1. Jujur, kadang aku juga gitu sii.. semua itu juga btuh proses... g langsung instan.. butuh proses yg panjang juga. intinya balik lagi sama diri kita msing-msing mau gimana.

    ReplyDelete